Sebab Covid-19, Bagnaia Akui Alami Provokasi Kecemasan

ARAGON – Pembalap Tim Pramac Ducati, Francesco Bagnaia, mengakui bahwa ia sedikit menemui gangguan kecemasan akibat pandemi Covid-19. Hal itu ia ungkapkan setelah ia tidak ingin kariernya di MotoGP musim ini terhalang pasal Covid-19.

Pada simpulan pekan ini, Covid-19 memang menghasilkan dua pembalap di ajang grand prix harus menjalani isolasi sendiri. Pertama, adalah Valentino Rossi yang merupakan pembalap MotoGP dan dinyatakan positif Covid-19.

Selain itu, pembalap Moto3 asal Italia, Tony Arbolino yang harus isolasi diri sebab dekat dengan orang yang terpapar Covid-19 saat terbang menggunakan pesawat umum. Padahal hasil tes tunggal menyatakan Arbolino negatif Covid-19.

Namun, berdasarkan protokol kesehatan yang sudah diterapkan di MotoGP, maka Arbolino kudu mengikuti aturan yang ada. Status ini pun membuat Bagnaia ngerasa cemas karena ia harus mengabulkan esktra hati-hati terhadap penyebaran virus Corona ini.

Baca juga Duo Ducati Berselisih di MotoGP Aragon 2020, Bagnaia Berpihak ke Dovizioso

“Arbolino ialah situasi yang paling serius, Makin tesnya negatif, ia terpaksa menjalani karantina di sini di Aragon, hanya karena di pesawat ada seseorang berada dua baris dalam belakangnya dinyatakan positif, ” membuka Bagnaia, mengutip dari GP One, Rabu (21/10/2020).

Makin saking paniknya, Bagnaia mengaku kecil mengalami hipikondriak atau gangguan kecemesan. Ia berharap tidak berhadapan dengan situasi tersebut, apalagi hingga kudu terpapar virus Corona.